Sabtu, 01 Januari 2011

Diet Terpopuler Tahun 2010

Diet yang menjanjikan penurunan berat badan secara drastis menjadi iming-iming yang menggiurkan untuk mereka yang mendambakan tubuh langsing. Karena itu, begitu ada metode diet baru diperkenalkan, banyak orang berbondong-bondong mencoba menjajalnya. Terkadang, metode diet baru itu mampu bertahan dan memberikan hasil memuaskan. Namun, diet-diet itu lebih sering hanya heboh di awal ketika baru diperkenalkan dan kemudian hilang begitu saja karena tidak bisa diterapkan.
Berikut adalah 5 metode diet yang populer di tahun 2010. Barangkali Anda sudah pernah mencoba salah satunya.



Diet es batu Metode diet es batu (ice cube diet) ini sesuai dengan namanya. Ketika Anda merasa ingin ngemil, cukup kunyah-kunyah es batu. Tapi ini bukan sembarang es batu, melainkan es yang sudah dimasukkan hoodia dan didesain untuk menyingkirkan rasa lapar. Metode diet ini menjanjikan bahwa berat badan Anda akan turun dalam 40 hari. Namun, harga es batu untuk program diet ini relatif mahal, sekitar Rp 600.000 untuk 40 hari.

Diet satu macam makanan Hanya mengonsumsi satu jenis makanan untuk menurunkan berat badan sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Namun, pengikut metode diet seperti ini selalu banyak. Di Amerika, banyak orang yang mengaku turun 10 kilogram hanya dengan mengonsumsi piza saja atau ada orang yang turun berat badan hanya dengan memakan makanan beku.

Dingin penghilang lemak Untuk kali pertama, FDA menyetujui metode pengurangan lemak tubuh dengan teknologi non-invasif. Tanpa menggunakan jarum suntik atau operasi, metode ini menggunakan metode pendinginan untuk memecah sel lemak dalam kulit. Ada dua metode yang dipakai, yakni Zeltiq dan Zerona. Keduanya bekerja untuk bagian tubuh tertentu yang berlemak, misalnya paha atau perut.

Diet Dukan Menurut Pierre Dukan, wanita Perancis bertubuh langsing bukan karena sering makan keju dan window shopping. Mereka mengikuti metode diet Dukan, yakni diet tinggi protein. Seperti halnya diet rendah karbohidrat, diet ini juga memiliki beberapa tahapan variasi, mulai dari yang minimal sampai akhirnya hanya mengonsumsi protein satu hari dalam seminggu.

Diet cairan Diet ini sebenarnya sudah cukup lama ada. Namun tahun ini, hal itu menjadi populer karena para selebriti terlihat menenteng-nenteng botol BluPrint, merek makanan cair. Diet cairan ini dibagi dalam tiga level, yaitu pemula, menengah, dan pakar. Perbedaannya ada pada jumlah jus sayuran dan jus buah yang dikonsumsi setiap harinya. Setiap level bisa dilakukan 3-10 hari, menawarkan 900-1.100 kalori per hari. Seperti halnya metode diet lain yang membatasi asupan kalori, tentu berat badan Anda akan turun jika mengasup 1.000 kalori setiap hari. Kendati populer, banyak dokter tidak menyarankan metode diet cairan ini.

Inilah Ciri-ciri Tahi Lalat Berbahaya

Tahi lalat (nevus pigmentosus) merupakan tumor jinak pada kulit yang paling umum dijumpai pada manusia. Tumor jinak ini yang khas berwarna gelap, besarnya menetap, meski ada juga yang terus membesar.
Sebagian besar tahi lalat ada sejak lahir, tapi bisa juga baru muncul saat dewasa. Umumnya pemicunya adalah sering kontak dengan sinar matahari, sehingga berdampak pada meningkatnya pigmen melanin. Dapat pula tahi lalat terjadi karena faktor genetik, obat-obatan pemutih kulit, makanan cepat saji, atau bahan-bahan yang mengandung arsen.



Tahi lalat merupakan indikasi penumpukan pigmen yang sudah tertahan di bawah kulit sejak janin. Pigmen-pigmen ini memiliki sarang di bawah kulit dan bisa timbul sewaktu-waktu. Itulah sebabnya tahi lalat bisa bertambah banyak seiring bertambahnya usia.

"Tahi lalat secara umum tidak berbahaya, dan biasanya hanya menimbulkan keluhan kosmetis, meski dapat pula berubah menjadi kanker," ujar Dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, Sp.KK. Untuk mengetahui bahaya tidaknya tahi lalat dapat dilakukan pemeriksaan dengan melode ABCD.

* A (Asymmetris). Tahi lalat vang bersifat kanker cenderung mempunyai bentuk tak beraturan. Tahi lalat yang normal bentuknya bulat.

* B (Border). Tahi lalat yang bersifat kanker mempunyai batas atau pinggiran abnormal, yakni tepinya bergerigi dan kadang timbul tonjolan di tengah tahi lalat. Pada tahi lalat normal permukaan tepinya cenderung, rata dan tak ada tonjolan.

* C (Colour). Tahi lalat yang beraneka warna seperti cokelat, merah, putih, biru, dan hitam sering menandai bersifat kanker ketimbang tahi lalat satu warna. "Waspadai jika memiliki tahi lalat dengan warna tidak homogen, bisa jadi itu gejala kanker," katanya.

* D (Diameter). Tahi lalat yang bersifat kanker biasanya memiliki ukuran lebih besar daripada yang jinak. Tahi lalat yang berbahaya ukurannya terus membesar hingga memiliki diameter lebih dari 6 milimeter.
Tahi lalat yang berisiko kanker harus ditangani segera sebelum metastatis atau menyebar ke bagian tubuh lainnya. Satu-satunya cara membuang tahi lalat adalah dengan jalan operasi.

"Ada kalanya orang minta tahi lalatnya diangkat untuk kepentingan kosmetis atau secara fengshui kurang bagus. Sah-sah saja sih, tapi jika memang tidak menimbulkan keluhan sebaiknya tak usah dihilangkan," katanya lagi. (put)

Biji Pala untuk Vitalitas Lelaki

Kekurangan gairah seksual dapat meresahkan dan mengganggu kehidupan laki-laki. Tak mengherankan, resep mujarab guna mengatasi masalah yang satu itu kemudian banyak dicari. Indonesia yang kaya beragam tumbuhan memiliki biji pala dan cabe jawa yang berpotensi meningkatkan gairah seksual.
Secara tradisional, biji pala (Myristica fragans Houtt) dan buah cabe jawa (Piper retrofractum Vahl) telah lama digunakan masyarakat, khususnya pria, untuk meningkatkan gairah seksual bagi yang mengalami gangguan,” ujar Endang Avacuasiany dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung.



Terdorong oleh kebiasaan sebagian masyarakat tersebut, Endang kemudian melakukan penelitian dan percobaan pendahuluan terhadap biji pala serta cabe jawa untuk efek afrodisiak (obat kuat).
Libido atau gairah seksual dapat diartikan sebagai perasaan yang disadari atas adanya dorongan seksual atau sensasi keinginan berhubungan seksual. Gairah seksual dapat timbul, misalnya, dengan melihat gambaran erotis, sensasi raba halus, atau suara lembut dalam suasana romantis.
Pada keadaan tersebut, otak mengirimkan sinyal ke pusat di medula spinalis, kemudian sampai kepada saraf perifer di daerah penis.

Hasil penelitian dan percobaan Endang sempat dipresentasikan dalam sebuah simposium bertajuk ”Merajut Karya Ilmiah, Peduli Kesehatan Bangsa”, beberapa waktu lalu.

Tanaman merambat
Secara tradisional, cabe jawa biasanya digunakan dengan cara dikeringkan dan digiling hingga menjadi bubuk untuk kemudian diseduh dengan air. Cabe jawa merupakan tanaman merambat yang biasanya ditanam di tanah yang tidak lembab dan banyak mengandung pasir di daerah dengan ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut. Adapun biji pala merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia yang berasal dari Banda dan Maluku.

Percobaan Endang bertujuan membuktikan kebenaran penggunaan secara tradisional biji pala dan cabe jawa sebagai obat kuat sehingga membantu masyarakat yang mengalami masalah seksual. ”Masalah seksual yang dimaksud ialah meningkatkan gairah seksual. Namun, sejauh ini belum teruji untuk mengobati mereka yang impoten atau kesulitan ereksi,” ujarnya.

Dalam penelitian tersebut, mencit dibagi menjadi enam kelompok perlakuan. Sebagian mencit diberikan ekstrak cabe jawa dan biji pala dengan dosis bervariasi. Ada pula mencit yang diberikan hormon testosteron dan selebihnya tidak diberikan apa pun. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung jumlah pengenalan (introducing) dan penunggangan (mounting) dari perilaku seksual mencit jantan setelah pemberian bahan uji selama 3, 5, 7, dan 10 hari.

Pengenalan pada mencit terlihat melalui perilaku mencit jantan yang mengejar-ngejar mencit lain. Adapun perilaku penunggangan terjadi saat mencit jantan menunggangi mencit betina. Pada akhir penelitian, mencit jantan dikorbankan dan lalu ditimbang bobot kedua testis. Data yang diperoleh lalu dianalisis. Hasilnya, terjadi perbedaan perilaku mencit yang menunjukkan peningkatan gairah seksual begitu memasuki hari kelima pemberian ekstrak. Mencit-mencit jantan menjadi lebih agresif.

Perhitungan penunggangan pada hari kelima dan ketujuh dengan pemberian ekstrak biji pala 250 mg per kg berat badan dan 500 mg per kg berat badan serta ekstrak cabe jawa 500 mg per kg berat badan dan 750 mg per kg berat badan terdapat perbedaan yang sangat signifikan dibandingkan kelompok mencit dengan pemberian testosteron 3.60 mg per kg berat badan.
Demikian pula dengan pemberian ekstrak cabe jawa 500 mg per kg berat badan dan 750 mg per kg berat badan.

”Pemberian biji pala pada dosis rendah 250 mg per kg berat badan ternyata mampu pula meningkatkan kadar hormon testosteron. Namun, tidak pada pemberian dosis besar. Untuk biji pala, pemberian dalam jumlah besar dapat menimbulkan rasa kantuk walaupun gairah seksual meningkat,” ujarnya.
Dari percobaan dapat disimpulkan, ekstrak biji pala dan ekstrak cabe jawa memang meningkatkan gairah seksual pada mencit. Kekuatan peningkatan gairah seksual ekstrak pala lebih besar daripada ekstrak cabe jawa.

Kadar hormon
Endang mengatakan, cabe jawa mengandung zat piperin yang dapat meningkatkan kadar hormon gonadotropin dalam serum dengan cara menghambat umpan balik ke hipotalamus (bagian dari otak). Bahan alami itu juga memperkuat efek perangsangan feromon (zat yang berperan dalam rangsangan dan daya pikat seksual) terhadap sel neuron pelepas hormon perilis gonadotropin (GnRH). GnRH berperan dalam fungsi reproduksi laki-laki. Sedangkan biji pala mengandung eugenol yang dilaporkan mempunyai aktivitas vasodilator atau memperlebar pembuluh darah sebagai hasil dari relaksasi otot.
Dengan dosis yang dikerjakan sebesar 750 mg per kg berat badan, menurut Endang, tidak tampak efek racun berdasarkan pembedahan organ.

Berdasarkan penelitian tersebut, Endang berkeyakinan, biji pala dan cabe jawa memang berkhasiat seperti yang diyakini masyarakat. Namun, untuk penelitian serta uji klinis ke manusia, dibutuhkan penelitian lanjutan yang biayanya mahal. Studi lanjutan inilah yang menjadi tantangan untuk dilakukan....

Posisi Seks Tentukan Jenis Kelamin Bayi?

Secara alamiah, perempuan memiliki kemungkinan hamil sekitar 20-25 persen dalam satu siklus usia 20-an tahun. Artinya, pada usia 20-an tahun, pada setiap siklus ovulasi, kemungkinan menjadi hamil adalah 20-25 persen.



Jenis kelamin sendiri sudah terbentuk sejak terjadinya penggabungan sel (fertilisasi) antara sel sperma dengan sel telur di saluran telur. Jadi, proses terjadinya manusia bukan di rahim, melainkan di ujung saluran telur yang disebut ampula tuba fallopi.

“Setelah pertemuan itu, boleh dibilang semua bahan dasar manusia sudah terbentuk. Terjadilah penggabungan kromosom ibu dan kromosom ayah, termasuk jenis kelamin juga akan terbentuk. Seandainya terjadi kelainan pun, sejak awal sudah bisa diketahui,” ujar Dr. Prima Progestian, Sp.OG.,  dari RSIA Muhammadiyah Taman Puring , Jakarta.

Setelah itu, sel yang sudah bergabung tadi masuk kembali dan menempel di rahim menjadi embrio. Atau sebaliknya, keluar lagi sebagai menstruasi. Apabila terjadi penggabungan antara sperma Y dengan sel telur X , maka akan menjadi janin laki-laki. Perempuan hanya membawa satu jenis kromosom (X), sedangkan laki-laki memiliki 2 jenis sperma yang membawa kromosom X dan Y.

Terkadang terjadi kegagalan pembentukan sperma. Misalnya, pada kejadian XO atau hanya membawa sperma X, sedangkan Y tidak terbentuk. Akhirnya, yang terjadi adalah anak perempuan yang tidak sempurna. Ada juga kelainan di mana kromosomnya berlebih atau kurang. Kelainan ini bisa memengaruhi pola penampilan seks. Misalnya, jika yang terjadi adalah XYY, bisa jadi yang muncul adalah anak yang sangat agresif. Di Amerika, penelitian biasanya dilakukan ke para bandit. “Ternyata ditemukan kromosom Y-nya berlebihan, sehingga mereka menjadi sangat agresif dan menimbulkan permasalahan sosial,” kata Prima melanjutkan.

Faktor yang sangat memengaruhi jenis kelamin bayi adalah faktor genetik. Sebagai contoh, di Amerika, ditemukan sebuah keluarga yang memiliki kecenderungan selalu melahirkan bayi laki-laki. Selama 200 tahun, keturunan keluarga tadi laki-laki semua. “Ini tergantung kekuatan atau jumlah sel sperma yang ada. Tapi secara umum, probabilitas jenis kelamin bayi adalah 50-50.”

Kedalaman Penetrasi Jadi, sebetulnya, bisa tidak sih, pasangan suami-istri memilih jenis kelamin bayi sesuai keinginan mereka? Banyak pendapat atau mitos yang menganjurkan trik tertentu agar diperoleh jenis kelamin bayi yang sesuai harapan, dari mulai posisi hubungan seks, makanan, dan sebagainya.

Metode yang sekarang banyak dipakai adalah metode yang ditemukan Dr. Landrum Shettles. Penulis buku How to Choose the Sex of Your Baby  ini menganalisis bahwa pH vagina berperan dalam proses pembuahan. PH yang semakin basa (alkalis) cenderung menghasilkan bayi berjenis kelamin laki-laki, sementara pH yang lebih asam (asiditas) sebaliknya. Dari dasar ini, kemudian diteliti dan dicari cara memperoleh suasana pH vagina yang diiinginkan.

Salah satunya adalah posisi hubungan seks. Agar menimbulkan suasana pH vagina yang basa, posisi hubungan seks yang dianjurkan adalah penetrasi semakin dalam ke arah serviks. “Ini bisa menimbulkan suasana basa, sementara penetrasi yang lebih ke arah luar, cenderung menciptakan suasana asam yang artinya peluang memperoleh anak perempuan lebih besar,” lanjut Prima.

Sementara untuk mengontrol dalam-tidaknya penetrasi, posisi yang dianjurkan adalah posisi misonaris untuk menciptakan pH asam, dan posisi rear-entry  untuk menciptakan pH basa.

Begitu juga dengan makanan, dipilih jenis yang bisa menimbulkan suasana asam atau basa. Misalnya, untuk menciptakan suasana asam, maka konsumsi makanan yang dianjurkan adalah makanan yang mengandung unsur garam, atau makanan yang tinggi kalsium dan magnesium, seperti produk susu olahan (keju, yoghurt ) dan turunannya. Kemudian, menghindari makanan yang mengandung daging, karena tinggi natrium dan kalium. Sebaliknya, untuk memperoleh bayi laki-laki, pilih makanan yang tinggi natrium dan kalium. Ini akan membantu suasana cairan vagina menjadi lebih basa.

Timingnya Tepat
Selain posisi hubungan seks dan makanan, cara lain yang sering dipakai adalah mencuci vagina sebelum berhubungan intim. Misalnya, untuk mendapatkan pH vagina yang asam, vagina dicuci dengan cuka, sementara untuk mendapatkan suasana basa, bisa dibasuh dengan soda kue (baking soda ). Teknik ini memiliki tingkat keberhasilan yang tidak terlalu tinggi, sekitar 50-70 persen.

Teknik lainnya adalah dengan teknik waktu ovulasi (timing of ovulation ), yang juga diperkenalkan oleh Dr. Shettles. “Dasar teknik ini adalah melihat tingkat gerakan sperma. Sperma Y lebih kecil, karena materi genetiknya lebih sedikit, tapi umurnya pendek. Sementara sperma X lebih gendut, lebih besar dan lebih lambat gerakannya, tapi umurnya lebih tahan lama,” jelas Prima.

Atas dasar bentuk anatomi sperma ini, Shettles melihat faktor waktu hubungan seksual bisa berpengaruh terhadap jenis kelamin bayi. Semakin dekat waktu hubungan seks ke waktu ovulasi, diharapkan sperma Y yang lebih cepat bergerak ke sel telur, sehingga kemungkinan menghasilkan anak laki-laki lebih besar. Shettles menganjurkan hubungan intim dilakukan 1-2 hari sebelum ovulasi.

“Kalau ingin anak perempuan, hubungan intim sebaiknya dilakukan jauh-jauh sebelum ovulasi, bisa 3 - 5 hari sebelum ovulasi, setelah itu jangan berhubungan lagi,” lanjutnya. Diharapkan, sperma X sudah loyo, sementara sperma Y masih tahan sampai ke sel telur. Shettles mengklaim, teknik ini memiliki tingkat kemungkinan berhasil 70 - 80 persen.

Pilah-pilih Sperma
Selain metode Shettles yang boleh dibilang low technology , orang mulai mencari cara memilih jenis kelamin dengan cara yang lebih scientific  dan lebih pasti. Salah satunya dengan memilih sperma. X dan Y dengan jalan disaring dengan cairan albumin (albumin method ). Metode ini ditemukan oleh Dr. Ronald Ericsson, PhD dan sekarang digunakan untuk proses inseminasi.

Prinsipnya, sperma di-washing , diputar (centrifuged ), kemudian dimasukkan ke dalam media albumin. Nah, sperma yang kemampuan berenangnya bagus diambil. Metode ini hanya memilah sperma yang baik, tapi tidak memilih jenis sperma, sehingga kemungkinannya hanya 78 persen-85 persen untuk bayi laki-laki, dan 73 persen-75 persen untuk bayi perempuan.

Metode yang lebih canggih lagi adalah dengan mikro sortir (microsort ). Prinsip metode ini adalah menandai kromosom dengan pewarna fluorescence  atau FISH (fluorescence in situ hybridization ). Sperma ditandai dengan pewarna fluorescence, sehingga memancarkan warna tertentu, melalui alat yang dinamakan flow citometry . Misalnya, sperma Y hijau, sperma X merah. Setelah itu akan diperoleh X sort  atau Y sort .
Keberhasilan metode ini diklaim meningkat sampai 85 persen, meskipun masih ada sperma yang lolos juga. “Metode ini juga sudah dilakukan di Amerika Serikat, meskipun masih muncul pro-kontra seputar keamanan pewarna,” pungkas Prima.


(NOVA/Hasto Prianggoro)

Hak Anak Itu Ya Bermain...

Bermain adalah hak anak. Hak ini kerap terlupakan karena dianggap  tidak penting. Padahal, dari bermain  orang tua akan melihat perkembangan anak.



Bermain merupakan suatu kegiatan yang bersifat intrinsik, kata Dra. Mayke S.Tedjasaputra, M.Psi. Artinya, sudah melekat pada anak dengan sendirinya. Sejak bayi, perilaku ini sudah muncul dalam bentuk memainkan tangan atau benda-benda di sekitarnya.

Sayangnya, menurut psikolog dan terapis bermain ini, bagi kebanyakan orang, kegiatan bermain sering dianggap tidak bermanfaat. Kadang, seperti ditulis dalam buku Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, naluri alamiah dan hak anak untuk bermain sering diabaikan.

Banyak orangtua melarang anak-anaknya bermain dengan alasan bermacam-macam. Takut bajunya kotor, takut terkena kuman, takut hitam, hingga takut anaknya tidak menjadi pintar karena kebanyakan bermain.
Anggapan keliru dan pengabaian semacam ini tentu berdampak negatif bagi anak. “Larangan bermain semacam ini bahkan bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hak anak karena bermain itu penting dan termasuk hak anak,” ujar DR. Seto Mulyadi dari Komisi Nasional Perlindungan Anak, yang bisa dipanggil Kak Seto ini.

Paradigma bahwa bermain itu buruk harus diubah. Bermain menjadi modal tepat untuk kecerdasan intelektual maupun emosional. Mengutip Piaget dan Vygotsky, kegiatan bermain akan memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar dan mempraktikkan keterampilan hidup (life skill).

Bermain sebagai kegiatan yang menyenangkan menjadi cara paling utama bagi anak mempelajari berbagai hal. “Selain menyenangkan, bermain memiliki berbagai manfaat untuk perkembangan anak, baik dalam aspek fisik-motorik, kognitif, maupun sosial-emosional,” ujar Dra. Mayke, dosen psikologi di Universitas Indonesia.
Hal senada juga dikatakan oleh Kak Seto, bahwa bermain merupakan sarana yang baik untuk mengembangkan fungsi kognitif, afektif, serta psikomotorik anak. Karena itu, kata DR. Tjut Rifameutia, saat anak sedang mau bermain biarkan mereka bermain. “Beri kesempatan kepada anak untuk bermain, sehingga orangtua tahu perkembangan anak. Orangtua jangan cemas berlebihan,” katanya.

Tak melulu aktivitas fisik

Membuat pernak-pernik atau menjahit, menjadi cara untuk memperkuat motorik halus. Begitu pula dengan mewarnai dan pelajaran prakarya di sekolah. Menulis halus dengan huruf Latin bagi anak-anak Indonesia, atau menulis huruf kanji bagi anak-anak Jepang juga merupakan cara melatih motorik halus. Anak dengan motorik halus yang baik akan menulis dengan baik menggunakan tangannya.

Lain halnya jika anak bermain kejar-kejaran, ia sedang memperkuat motorik kasar. Kegiatan tersebut tak hanya jadi monopoli anak laki-laki. Anak perempuan juga perlu belajar berlari-lari agar motorik kasarnya terlatih.

Saat anak menjatuhkan bola dan telur misalnya, mereka akan menemukan hal-hal baru. Bola akan melenting saat dilemparkan ke lantai, sedangkan telur malah akan pecah. Dari hal ini, anak menjadi tahu sesuatu yang baru dengan mencoba.

Dengan bermain, anak juga belajar estimasi, mengembangkan pola kognitif, konsep dalam hal pola hidup, toleransi, mengenal aturan, serta bertenggang rasa. Bermain akan membuat nilai-nilai tersebut lebih masuk dan meresap dalam diri anak.

Kak Seto mengingatkan, bermain tak melulu dalam bentuk aktivitas fisik. Saat anak sakit misalnya, mereka tak bisa aktif secara fisik. Mendongeng bisa menjadi bahan permainan. Pun, kalau situasi tidak memungkinkan, bermain bisa dilakukan di dalam rumah. Setelah selesai bermain, orangtua bisa mengajak anak untuk membereskan dan membersihkan mainannya. 

“Prinsipnya, bermain itu harus spontan dan menyenangkan, tidak membuat anak jemu dan sebal dengan permainan yang dilakukan. Bila anak lebih senang mencari ikan kecil di sungai ketimbang di kolam, mereka tetap diperbolehkan bermain. Tentu dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan,” ujar Kak Seto.

Contohnya, bila kondisi sungai membahayakan jiwa anak, hendaknya dialihkan ke tempat lain. Pun bila sungai tersebut sangat kotor.  “Carilah sungai yang lebih bersih. Jangan lupa, setelah selesai bermain, minta anak untuk membersihkan diri dan mandi dengan sabun agar mereka tidak terjangkit penyakit,” tambah Kak Seto. 

DIANA YUNITA SARI